Penyebab Tekanan Darah Tinggi Dan Pengobatannya

733 views

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit yang mengancam jiwa dan mematikan karena serangannya yang tiba-tiba. Penyakit ini adalah salah satu yang menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia. Penyakit ini bisa menyebabkan serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal. Serangan tiba-tiba inilah yang dapat merenggut nyawa. Lalu, apa sebenarnya gejala, obat, dan penyebab tekanan darah tinggi yang sering memakan korban nyawa ini?

Riset Kesehatan Dasar menyatakan bahwa penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi yang berusia diatas 18 tahun adalah 25,8 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Penderita perempuan lebih banyak 6 persen dari penderita laki-laki. Sedangkan yang terdiagnosa oleh tenaga medis adalah hanya sekitar 9,4 persen. Ini berarti masih banyak orang yang belum terdiagnosa dan terperiksa oleh tenaga medis dan belum mendapatkan pengobatan hipertensi yang benar. Oleh karena itu, anda perlu mengetahui perihal mengenai tekanan darah tinggi atau hipertensi agar anda bisa melakukan tindakan pencegahan.

Apa saja hal-hal perlu anda ketahui mengenai penyebab tekanan darah tinggi dan pengobatannya? Simak dalam ulasan dibawah ini.

I. Pengertian Darah Tinggi.

Darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi kronis atau gangguan pada pembuluh arteri darah dimana tekanan darah melebihi batas normal. Darah tinggi ini adalah jenis penyekit kardiovaskular yang tergolong penyekit kambuhan. Tekanan darah yang begitu tinggi ini bisa menyebabkan stroke yang sangat membahayakan nyawa. Tekanan darah normal biasanya 110-120/90 mmHg (merkuri per millimeter) pada hitungan sistem sistolik dan diatolik. Itu berarti anda harus memiliki tekanan sistolik 110-120 mmHg dan tekanan diastolic 90 mmHg.

Tekanan sistolik adalah tekanan darah ketika jantung memompa darah keluar. Sedangkan tekanan diastolic adalah tekanan darah ketika jantung sedang dalam fase relaksasi atau sedang tidak berkontraksi. Tekanan sistolik atau saat darah dipompa keluar oleh jantung berada pada pembuluh arteri. Tekanan diatolik juga menunjukan bahwa pembuluh darah arteri menahan lajur darah. Dengan kata lain, tekanan darah dalam tubuh tergantung pada kekuatan jantung menekan pembuluh arteri ketika memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah tinggi akan membebani jantung dan pembuluh darah arteri. Oleh karena itu, resiko penyakit hipertensi adalah mengalami serangan jantung, stroke, dan kerusakan ginjal.

Terdapat dua jenis darah tinggi yaitu darah tinggi primer dan sekunder. Darah tinggi primer yaitu serangan hipertensi yang penyebabnya tidak diketahui. Oleh karena itu, darah tinggi primer biasa juga disebut dengan pembunuh diam-diam karena ketidakjelasan penyebabnya. Kebanyakan kasus darah tinggi adalah jenis darah tinggi primer sedangkan sisanya adalah darah tinggi sekunder. Penyebab tekanan darah tinggi sekunder adalah kelainan pembuluh darah aorta, kerusakan ginjal, dan lain-lain.

II. Gejala Tekanan Darah Tinggi

Serangan hipertensi atau darah tinggi bisa muncul secara mendadak. Anda harus mewaspadai serangan hipertensi dengan mengetahui ciri-ciri dan gejala hipertensi.

1. Gejala pusing dan sakit kepala. Hal ini disebabkan sistem peredaran darah di kepala terganggu oleh tingginya tekanan darah. Kadang juga penderita tekanan darah tinggi akan mengalami batuk yang tidak disadari.
2. Gejala Kesemutan. Penyakit hipertensi juga bisa menyebabkan kesemutan pada tangan dan kaki. Hal ini akan menyebabkan tangan sulit menggenggam. Bahkan, gejala kesemutan ini dapat bertahan lama.
3. Mudah merasa lelah. Gejala ini disebabkan oleh jantung yang memompa darah terlalu kuat menyebabkan detak jantung yang cepat. Oleh karena itu, badan mudah lelah dan capek. Anda bisanya akan mudah mengantuk walaupun anda memiliki cukup tidur. Hal ini akan berlanjut dengan gangguan keseimbangan tubuh.
4. Sering mimisan atau keluar darah dari hidung. Pendarahan yang terjadi pada hidung ini adalah disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi. Mimisan juga bisa terjadi akibat adnya pembuluh darah yang pecah.
5. Sesak Nafas. Sesak nafas merupakan salah satu gejala tekanan darah tinggi. Sesak nafas ini cukup berbahaya karena menyengkut sistem pernafasan.

III. Penyebab Tekanan Darah Tinggi

Menurut Dr. Sharukh Golwala, spesialis jantung di Rumah Sakit Breach Candy, ada beberapa faktor penyebab tekanan darah tinggi. Namun, penyebab tekanan darah tinggi ini belum teridentifikasi dari 90 persen kasus. Oleh karena itu, untuk terhindar dari penyakit hipertensi, sebaiknya anda mengontrol dan memeriksa tekanan darah secara rutin ke dokter. Sebaiknya orang dewasa memeriksakan tekanan darahnya lima tahun sekali. Seiring bertambahnya usia, seseorang juga kemungkinan besar menderita hipertensi.

1. Faktor Makanan.

Gaya hidup dan pola makan buruk bisa mempengaruhi tekanan darah. Makanan-makanan yang dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi adalah makanan dengan garam, gula, dan lemak yang tinggi. Banyak mengonsumsi kopi atau makanan yang mengandung kafein dapat pula menjadi penyebab tekanan darah tinggi. Selain itu, kebanyakan penderita hipertensi adalah karena kurangnya asupan sayur dan buah. Menghindari makanan-makanan tersebut dan menjaga pola makan yang sehat adalah obat darah tinggi yang ampuh bagi penderitanya.

2. Faktor Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk yang dapat memicu tekanan darah tinggi adalah konsumsi minuman beralkohol dan bersoda, merokok, dan kurangnya waktu tidur. Mengonsumsi alcohol dan bersoda dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang akan memicu obesitas. Obesitas inilah yang akan menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasaan-kebiasaan lainnya pun dapat mengundang tekanan darah tinggi karena mempengaruhi kinerja darah dan mencemari zat aktif pada sel pembuluh darah. Untuk anda yang memiliki darah tinggi sebaiknya anda berhenti merokok, menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut, dan mulai menerapkan gaya hidup sehat.

penyebab tekanan darah tinggi

3. Faktor Stress

Stress merupakan salah satu faktor yang memicu tekanan darah tinggi. Solusi pengobatan alaminya adalah keluar dari situasi yang menyebabkan stress, buatlah diri anda rileks, dan tenangkan emosi anda.

4. Kurang Berolahraga.

Kurangnya gerak tubuh atau olahraga dapat menyebabkan sistem peradaran darah yang tidak lancar. Kurangnya olahraga juga akan menimbulkan kenaikan berat badan dan obesitas yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi naik. Anda akan memiliki lemak di perut, pinggul, dan paha yang bisa memicu penyakit ini. Oleh karena itu, berolahragalah secara rutin dan teratur agar berat badan normal dan terhindar dari penyekit hipertensi.

IV. Pengobatan Darah Tinggi

Apa darah tinggi bisa disembuhkan? Tentu saja bisa. Mengobati dan menyembuhkan darah tinggi atau hipertensi bisa dengan cara medis atau pengobatan alternatif. Begitu banyaknya kasus darah tinggi membuat permintaan obat darah tinggi semakin meningkat. Solusi pengobatan gejala darah tinggi adalah dengan menyembuhkan pusat darah tinggi itu sendiri. Obat darah tinggi juga bisa anda temukan di apotik. Anda jusa bisa mencoba khasiat belimbing untuk hipertensi.

penyebab tekanan darah tinggi

Dibawah ini adalah obat tekanan darah tinggi di apotik yang paling ampuh dan laris.

1. Captopril

Captopril adalah salah satu obat di apotik yang paling banyak dicari dan mampu menstabilkan tekanan darah menjadi normal kembali. Obat generic ini cocok untuk penderita tekanan darah tinggi yang mengidap gagal jantung. Captopril tersedia dalam bentuk tablet dan mengonsumsinya harus sesuai dengan resep dokter.

2. Amlodipine

Amlodipine adalah solusi untuk menurunkan tekanan darah secara cepat. Cara kerja dari obat generic ini adalah sebagai vasodilator arteri perifer sehingga mampu menurunkan tekanan darah dalam kurun waktu 24 jam. Namun, Amlodipine tidak diperuntukan untuk penderita yang hipersensitif terhadap amlodipine dan golongan dihydropyridine lainnya.

Mencegah hipertensi atau tekanan darah tinggi akan lebih murah dan mudah dibandingkan dengan mengobati penyebab darah tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya anda mencegah penyakit ini sedini mungkin dengan menerapkan gaya hidup sehat. Jika penyakit hipertensi diabaikan, anda bisa mengidap komplikasi dan bahkan menimbulkan risiko kematian bagi penderitanya.

author
Author: 
    Khasiatkesehatan dot com adalah media digital yang menyajikan artikel-artikel terbaik seputar dunia kesehatan untuk Anda. Semoga bermanfaat.