Definisi, Gejala, Penyebab Darah Rendah Serta Pengobatannya

3744 views

Pernahkah pada saat anda berdiri, anda mengalami pusing, pandangan kabur, dan kemudian pingsan? Atau apakah anda pernah mengalami pusing ketika merubah posisi dari berbaring atau duduk ke berdiri? Hal itu bisa saja merupakan gejala penyebab darah rendah.

Mungkin banyak dari anda yang menganggapnya sepele hanya masalah pusing atau dehidrasi biasa. Padahal darah rendah dapat menyebabkan komplikasi lainnya dan bahkan kematian sama seperti bahayanya penyakit darah tinggi. Oleh karena itu, anda perlu mengatahui apa itu darah rendah, apa saja gejala, penyebab darah rendah, dan cara mengobatinya untuk menghindari masalah yang lebih serius di masa depan.

I. Pengertian Darah Rendah

Darah rendah atau disebut hipotensi adalah tekanan darah pada pembuluh darah arteri yang dibawah normal 120/80 mmHg. Saat darah melewati pembuluh arteri, darah akan menekan dinding pembuluh tersebut. Tekanan tersebut dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau tekanan darah. Ketika tekanan darah menjadi rendah, suplai darah ke jantung dan otak pun akan berkurang. Hal ini bisa berbahaya dan bahkan menyebabkan kematian.

penyebab darah rendah

Terdapat dua ukuran dalam tekanan darah yaitu tekanan sistolik dan tekanan diastolic. Tekanan darah normal adalah 90/60 hingga 140/90. Berapa tensi darah rendah? Keadaan hipotensi atau tekanan darah rendah adalah tensi darah rendah 90/60. Sedangkan tekanan diatas 140/90 adalah keadaan darah tinggi atau hipertensi.

Kemudian, apa saja jenis hipotensi atau darah rendah?

1. Hipotensi orthostatic atau postural. Hipotensi ini disebabkan oleh perubahan posisi dari duduk dan berbaring ke berdiri. Hipotensi ini biasanya akan muncul setelah 3 menit perubahan posisi tersebut. Namun, apabila lebih dari setalah 3 menit, hipotensi bisa disebabkan oleh gangguan jantung atau sistem saraf. Umumnya, yang menderita jenis hipotensi ini adalah orang tua. Ketika perubahan posisi, darah akan menumpuk di daerah kaki karena gravitasi. Bianya suplai darah ke otak berkurang yang menyebabkan pandangan menjadi gelap dan kabur.
2. Hipotensi postprandial. Hipotensi ini terjadi setelah makan. Mekanisme jenis hipotensi ini hampir sama dengan hipotensi orthostatic. Darah biasanya akan menumpuk di daerah sistem pencernaan. Darah kemudian akan sulit mengalir ke seluruh tubuh dan otak.
3. Hipotensi dimediasi sistem syaraf (Neural Mediated Hypotension). Hipotensi ini terjadi ketika ada miskomunikasi antara saraf di jantung dan otak. Hioptensi ini terjadi pada orang yang berdiri terlalu lama. Pada saat berdiri, darah akan banyak menumpuk di daerah kaki. Oleh karena itu, jantung akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa tekanan darah sudah tinggi. Otak yang menerima sinyal tersebut akan memperlambat kontraksi jantung kemudian tekanan darah menjadi rendah.
4. Hipotensi akut (tiba-tiba). Serangan hipotensi ini terjadi tiba-tiba. Hipotensi ini bisa terjadi akibat infeksi yang mengalir dalam darah, berkurangnya volume darah, kerusakan jantung, dan sistem saraf.

II. Gejala dan Ciri Ciri Darah Rendah

Tidak semua orang yang mengalami darah rendah atau hipotensi akan mengalami gejala tertentu. Selain itu, kondisi hipotensi juga tidak harus selalu mendapatkan perawatan. Menurut prof Dr dr Budhi Setianto, Sp JP, FIHA, tensi darah rendah 90/60 atau 90/70 sebenarnya masih normal dan tidak berbahaya. Namun, hal yang paru diwaspadai adalah ketika sudah keluar keringat dingin atau kaki dingin. Seringkali tensi darah rendah 90/70 bisa menyebabkan kepala pusing, seperti melayang, nyeri kepala, dan kepala berputar-putar. Tensi darah rendah 90/70 juga bisa menyebabkan pandangan menjadi gelap saat bangun dari tempat duduk atau tempat tidur. Biasanya, anda juga akan mengalami tensi darah rendah 80/60 saat berolahraga.

Apa bahaya darah rendah dan gejala-gejalanya?
• Dehidrasi
• Pingsan
• Napas cepat
• Badan pucat dan dingin.
• Padangan kabur.
• Kehilangan keseimbangan dan merasa goyah.
• Mual
• Lemas
• Pusing
• Jantung berdebar kencang dan tidak teratur.

Ketika anda mengalami gejala darah rendah, sebaiknya anda duduk dan berbaring. Anda juga perlu mengonsumsi air putih yang banyak dan menghentikan kegiatan yang sedang anda lakukan. Biasanya gejala-gejala ini akan hilang setelah beberapa saat. Namun, jika anda sering mengalami gejala-gejala diatas, anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan mengukur tekanan darah anda dan memberikan saran pengobatan untuk hipotensi anda.

III. Penyebab Darah Rendah

Menurut Dr Gunjan Kapoor, Direktur Interventional Cardiology Jaypee Hospital, Noida, beberapa penyebab darah rendah adalah dehidrasi, kehamilan, obat-obatan, dan faktor hormonal.

1. Dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi tubuh dimana kekurangan cairan. Dehidrasi biasanya disebabkan oleh diare, kurang minum, dan kekurangan gizi. Ketika anda mengalami dehidrasi atau seperti akan pingsan, anda mungkin mengalami darah rendah.
2. Efek samping pengobatan. Efek samping pengobatanpun dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Obat-obatan yang mungkin menimbulkan risiko hipotensi adalah obat diuretic, ACE inhibitor, obat anti hipertensi seperti alpha blocker dan beta blocker, dan obat anti depresi.
3. Anemia. Penyebab darah rendah juga bisa merupakan penyakit anemia atau kekurangan darah. Anemia adalah kondisi atau keadaan dimana kadar hemoglobin atau hb atau sel darah merah dalam darah rendah.
4. Kehamilan. Pada ibu hami, sistem peradaran darah akan meluas dan menyebabkan tekanan darah menjadi turun. Tekanan darah yang dialami ibu hamil adalah hal yang normal. Tekanan darah akan kembali stabil setelah proses persalinan.
5. Faktor hormonal. Orang yang mengalami kelainan hormonal seperti hipoglikemia atau diabetes, hipertiroidisme, dan hipotiroidisme biasanya akan mengalami tekanan darah rendah.

IV. Pengobatan dan Perawatan Darah Rendah

Pengobatan dan cara mengatasi darah rendah atau hipotensi harus dilakukan berdasarkan penyebab dasarnya. Obat untuk hipotensi biasanya bekerja dengan cara menambah volume darah dan mempersempit pembuluh darah.

Untuk mengurangi keadaan hipotensi, ada beberapa cara menyembuhkan darah rendah yang baik:
• Minum air putih yang banyak dan membatasi asupan minuman keras. Sebaiknya anda memperbanyak konsumsi air putih saat cuaca panas, dan kondisi seperti flu dan batuk.
• Untuk pola makan, lebih baik anda mengonsumsi makanan dalam porsi kecil.
• Meningkatkan asupan garam yang merupakan setiap harinya. Walaupun garam merupakan makanan pantangan darah tinggi, sodium atau garam bisa menaikan tekanan darah. Namun, anda perlu mengonsultasikannya terlebih dahulu pada dokter untuk menambahkan garam ke diet anda sehari-hari.
• Hindari posisi berdiri dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, ketika anda akan merubah posisi dari duduk dan berbaring menjadi berdiri lakukan secara perlahan.
• Tidur dengan 2-3 bantal agar tidak terjadi penurunan tekanan darah ketika bangun tiba-tiba.
• Jika anda harus mengonsumsi obat yang memiliki efek samping hipotensi, konsultasikan dengan dokter anda. Dokter akan memberikan dosis yang sesuai dengan kondisi anda atau memberikan obat lain.
• Kurangi konsumsi karbohidrat berlebih.
• Hindari mandi dengan air yang terlalu panas.
• Hindari mengangkat barang-barang yang terlalu berat.
• Berolahraga secara rutin dan teratur untuk melancarkan aliran darah.

penyebab darah rendah

Sebenarnya, darah rendah cukup berbahaya jika terjadi mual, pingsan, pandangan kabur, mual dan gejala penyebab darah rendah lainnya. Anda juga perlu berhati-hati terhadap gejala darah rendah yang mengeluarkan keringat dingin. Anda harus mendapat perhatian dari dokter atau ahli medis lainnya.

author
Author: 
    Khasiatkesehatan dot com adalah media digital yang menyajikan artikel-artikel terbaik seputar dunia kesehatan untuk Anda. Semoga bermanfaat.