Kenali Diabetes Pada Anak Sejak Dini Agar Tidak Menyesal

297 views

Kenali Sejak Dini Diabetes Pada AnakApakah anak Bunda sering kali ke kamar mandi pada malam hari untuk buang air kecil? Atau berat badan si kecil turun drastis tanpa sebab, padahal sering merasa haus dan lapar? Jika kedua gejala tersebut sering terjadi, kemungkinan besar mengalami diabetes pada anak.

Diabetes melitus merupakan kondisi ketika kadar gula atau glukosa dalam darah sangat tinggi. Jika diabetes Tipe 2 terjadi karena resistensi insulin atau sel tubuh yang tidak responsif terhadap insulin, diabetes tipe 1 terjadi karena tubuh kekurangan atau sama sekali tidak memproduksi insulin.

Kondisi ini disebabkan oleh penyakit autoimun yang dipercaya terkait dengan faktor genetik dan lingkungan. Autoimun sendiri adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang bagian tubuh yang normal atau sehat.

Pada kasus diabetes Tipe 1, sistem imun akan keliru dan menyerang sel beta dalam pankreas yang berperan dalam memproduksi insulin. Insulin penting untuk mengolah gula dalam darah menjadi energi.

Karena itu, anak yang kekurangan insulin akan cenderung cepat lelah dan sakit. Umumnya gejala diabetes tipe 1 dialami oleh anak-anak atau remaja, walau tidak menutup kemungkinan dapat terjadi saat dewasa. Berikut gejala diabetes pada anak yang perlu diperhatikan.

•    Banyak makan

banyak makan pada anakSebaiknya orangtua lebih peka terhadap anak yang merasa lapar terus menerus padahal baru saja selesai makan. Biasanya rasa lapar akan muncul akibat jumlah insulin yang tidak mencukupi sehingga gula tidak bisa di olah menjadi energi.

•    Banyak minum

manfaat banyak minum air putihRasa haus yang berlebihan dapat dirasakan oleh penderita diabetes pada anak, sebab tidak dapat memproduksi insulin. Akibatnya, muncul dehidrasi yang membuatnya menjadi haus setiap saat.

Baca juga: Kenali 10 Tanda-Tanda Diabetes Dari Awal Dengan Cepat

•    Sering kencing hingga mengompol

sering buang air kecilRasa haus yang tinggi dapat berakibat pada produksi cairan secara berlebihan sehingga berujung pada dorongan ingin buang air kecil terus menerus.  Asupan cairan tinggi tidak diimbangi dengan kemampuan tubuh menyerap cairan. Frekuensi kencing pun akan melebihi frekuensi normal terutama pada malam hari.

•    Penurunan berat badan yang drastis

penurunan berat badan drastisAnak memang mengalami peningkatan nafsu makan. Namun, hal itu tidak diimbangi dengan bertambahnya berat badan. Justru diabetes pada anak akan cenderung kehilangan berat badan. Menurunnya berat badan diakibatkan tubuh yang tidak mampu dalam menyerap gula sehingga jaringan otot dan lemak menyusut.

•    Cepat merasa lelah dan mudah marah

badan cepat lelah dan mudah mengantukTubuh memerlukan gula untuk menghasilkan energi. Tapi, diabetes pada anak tidak bisa menyerap dan menjadikan gula sebagai energi sehingga anak menjadi cepat lelah. Selain itu, anak bisa mengalami gangguan dalam berperilaku yaitu emosi yang tidak stabil.

•    Ketoasidosis

Tanda kedaruratan lain dari diabetes pada anak adalah ketoasidosis. Salah satu tanda yang mudah dikenali adalah napas si kecil berbau keton atau asam seperti buah.

Saat anak diabetes tubuh tidak akan bisa memproduksi insulin dengan cukup untuk mengolah gula darah, sehingga tubuh akan membakar lemak sebagai energi. Efeknya, terbentuk asam yang disebut keton.

Cara Mengatasi Diabetes Melitus Tipe 1

•    Diet Sehat

Langkah yang dapat Bunda lakukan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat pada anak dengan mengkonsumsi makanan yang penuh nutrisi. Diabetes pada anak membutuhkan makanan yang kaya akan serat dan rendah lemak.

Beberapa makanan yang bisa dipilih antara lain seperti oatmeal, gandum, serta berbagai sayur dan buah-buahan lain. Kurangi juga asupan makanan yang kaya akan karbohidrat dan makanan hewani karena bahan-bahan ini dapat dirombak menjadi gula dan keton yang perlu dihindari penderita DM.

•    Aktivitas Fisik

Selain mengkonsumsi makanan yang sehat, kebiasaan menjaga pola hidup sehat dengan aktivitas fisik seperti berolahraga dapat menurunkan gula darah dalam tubuh. Usahakan luangkan waktu setidaknya 150 jam bagi orang dewasa sedangkan anak-anak setiap pekannya untuk berolahraga.

Setidaknya lakukan olahraga 2 hari sekali agar kadar gula dalam darah bisa tetap terjaga. Sedangkan, olahraga seperti jogging,  berjalan kaki, atau berenang dapat menjadi olahraga yang disarankan untuk diabetes pada anak karena cukup mudah dilakukan dan cukup membakar lemak dalam tubuh.

•    Terapi dengan Insulin

Insulin mempunyai sifat vital bagi tubuh karena berperan penting dalam mengatur metabolisme glukosa menjadi energi yang dibutuhkan oleh otot dan sel-sel lainnya dalam tubuh. Apabila jumlah insulin tidak seimbang dengan kadar gula dalam darah, maka tubuh akan mengalami gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

Karena penderita DM tipe 1 mengalami kekurangan insulin atau bahkan tidak memproduksi insulin sama sekali di dalam tubuh, maka insulin pada umumnya akan dibutuhkan seumur hidup.  Karena itu, insulin memiliki peran sebagai pengobatan utama untuk penyakit Diabetes tipe 1.

Insulin diberikan beberapa kali dalam sehari dengan cara disuntikkan (dengan syringe atau insulin pen) ataupun menggunakan pompa insulin. Terapi dengan menggunakan insulin perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh pasien.

Selama pengobatan sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter seperti  pemeriksaan kadar gula dalam darah dan beberapa kasus dapat membutuhkan obat-obatan penunjang. Meningkatnya angka diabetes pada anak selama 10 tahun terakhir membuat kita perlu mewaspadai hal ini.

Apabila anak mengalami gejala seperti di atas, maka lakukan pengecekan medis agar komplikasi bisa dicegah dan langkah pengobatan bisa dilakukan lebih dini!

author
Author: